Penguatan Karakter Melalui Pembiasaan Ajeg Nusantara: Upacara Bendera Dihadiri Pengawas SD Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta
Senin, 27 April 2026 — Dalam rangka menanamkan nilai-nilai karakter serta memperkuat budaya disiplin di lingkungan sekolah, seluruh siswa, kepala sekolah, dewan guru, dan tenaga kependidikan melaksanakan kegiatan pembiasaan Ajeg Nusantara melalui upacara bendera yang berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh makna.
Kegiatan upacara yang dilaksanakan di halaman sekolah ini menjadi momentum penting dalam membangun semangat kebangsaan, cinta tanah air, serta tanggung jawab sebagai pelajar. Seluruh peserta mengikuti rangkaian upacara dengan penuh kesungguhan, mulai dari pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, UUD 1945, hingga doa bersama.
Upacara kali ini memiliki makna yang lebih istimewa karena dihadiri langsung oleh Pengawas Sekolah Dasar dari Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, yaitu Nia Asih Kurniasari, S.Pd, M.Pd, yang sekaligus bertindak sebagai pembina upacara. Kehadiran beliau menjadi bentuk perhatian dan dukungan nyata dari Dinas Pendidikan terhadap pelaksanaan program pembinaan karakter di sekolah.
Dalam amanatnya, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh petugas upacara yang telah menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, percaya diri, serta menunjukkan sikap disiplin yang baik. Hal ini mencerminkan keberhasilan pembinaan yang dilakukan oleh pihak sekolah dalam menumbuhkan karakter siswa.
Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya pelaksanaan program pendidikan di Kabupaten Purwakarta yang berfokus pada penguatan karakter berbasis kearifan lokal. Salah satu program unggulan yang terus didorong adalah 5 Bunga Karakter. Kelima pilar tersebut meliputi Tujuh Poe Atikan, Agama Keagamaan (AKPK), Pendidikan Anti-Korupsi, Sekolah Ramah Anak, dan Tatanen di Bale Atikan. Program ini dirancang untuk membentuk generasi pelajar yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, berbudaya, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan nilai-nilai sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, beliau juga mengingatkan pentingnya penerapan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) yang merupakan program dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam rangka membentuk karakter generasi emas tahun 2045. Kebiasaan tersebut meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. Rutinitas harian ini dirancang untuk menciptakan anak yang sehat, cerdas, berkarakter, serta memiliki stamina yang baik dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Dalam arahannya, beliau juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap aktivitas siswa di luar jam sekolah. Salah satu aturan yang kembali ditegaskan adalah pembatasan aktivitas di luar rumah bagi anak-anak hingga pukul 21.00 WIB. Kebijakan ini bertujuan untuk melindungi siswa dari pengaruh negatif lingkungan sekaligus membangun kebiasaan hidup yang lebih teratur dan sehat.
Tidak hanya itu, aspek kebersihan lingkungan sekolah juga menjadi perhatian utama. Beliau mengajak seluruh warga sekolah untuk terus menjaga kebersihan dan kerapihan lingkungan sebagai bagian dari budaya hidup bersih dan sehat. Lingkungan sekolah yang bersih dan nyaman diyakini mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif serta meningkatkan semangat belajar siswa.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga memberikan motivasi kepada seluruh siswa untuk mempersiapkan diri menghadapi Sumatif Akhir. Siswa diharapkan dapat memanfaatkan waktu dengan baik, meningkatkan kedisiplinan belajar, serta menjaga kesehatan agar dapat mengikuti kegiatan evaluasi dengan optimal.
Sementara itu, kepala sekolah dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan pembiasaan Ajeg Nusantara merupakan salah satu program rutin yang dilaksanakan sebagai upaya menanamkan nilai-nilai karakter, kedisiplinan, serta rasa cinta tanah air kepada seluruh siswa. Kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi dan pembinaan berkelanjutan dalam membentuk budaya sekolah yang positif.
Seluruh rangkaian kegiatan upacara berlangsung dengan lancar dan tertib hingga selesai. Antusiasme siswa terlihat dari sikap disiplin dan kesungguhan mereka dalam mengikuti setiap tahapan upacara.
Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai yang disampaikan tidak hanya menjadi seremonial semata, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Sinergi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah menjadi kunci utama dalam menciptakan generasi pelajar yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, sekolah semakin meneguhkan komitmennya dalam mendukung program pendidikan pemerintah serta mewujudkan lingkungan pendidikan yang berkualitas, berbudaya, dan berkarakter.